Cerpen " Nada Dawai Harapan "
Bagian 1
Hari - ini cahaya sinar matahari bersinar terik membakar setiap insan yang setia menapaki bumi untuk berpijak dengan mempunyai berbagai tujuan hidup. setiap keringat yang mereka keluarkan untuk melangsungkan hidup mereka masing-masing bahkan untuk kelangsungan hidup keluarga mereka. Aku berdiri di celah-celah perjalanan langkah kaki mereka. Mungkin aku bukan siapa-siapa bagi mereka, tapi betepa hinanya diri ku jika harus ku akhiri hidup ini hanya karna satu sandungan dalam hidup ku.
Nama ku Dolken, buku harian ini yang selau menemani hidup ku. Ternyata setelah usai perjalan hidup ku di bangku Putih Abu, kini kulanjutkan kehidupan ku yang sebenarnya. cukup usang mungkin jika ku harus buka buku halaman terakhirku di masa Putih Abu. Bahkan mungkin kini sudah hilang menjadi abu terbakar masa tertiup angin-angin kehidupan. sekarang aku bekerja sebagai pengantar pesanan di sebuah perusahaan swasta di kota Tasikmalaya dekat Mushola yang sudah usang tak terpakai. Ternyata pekerjaan ini tidak semudah yang aku bayangkan, tadinya dalam angan ini tergambar betapa mudahnya pekerjaan kurir yang menurutku mungkin akan sedikit sekali orang yang memesan Product yang bukan produk makanan bahkan alat pokok yang setiap hadi pasti di pergunakan.
Hari pertama bekerja.
Bersambung ... Ke - Cerpen Nada Dawai Harapan Bag II
