Tepat Ditengah Kening Malam

Ku kecup keterasingan nurani 

Dalam seampar sejadah dusta 
Bersama satu tanya aku sengaja 
Menyentuh dalam syahdu 
Sujudku lirih sendiri 




Ada apa dengan bangsa yang 

Tempat kakiku berpijak? 



Tepat di tengah kening malam 

Sedu rerumputan kalahkan denting jangkrik 
Yang membawa kabar; 
Musabab dentingnya adalah penghibur 
Lara tetangga 




Tanpa henti bergeleng kepala 

Tetangga lelah membendung pasir yang 
Tak henti-henti berpindah bangsa 
Sementara kayu dan karya tetua 
Dianggapnya perkara 
Yang mengering bersama keringat; 
Telah lebih dahulu berpamitan 




Tepat di tengah kening malam 

Deru sungai kalahkan gonggongan anjing 
Yang dengan jujur mengakui 
Tak mampu lagi mengidentifikasi 
Maling yang mampir di rumah tuannya 
Ternyata sang tuan, berkoloni dengan pencuri; 
Setia memberi makan anjing jantan itu. 




Tepat di tengah kening malam

Tanyaku bersiul lirih; 
Ada apa dengan bangsa yang 
Tempat kakiku berpijak?

Baca Juga mengenai >>>