Puisi - Menduga Pahala

Menduga Pahala

Puisi - Menduga Pahala

pernahkan ada sadar 
akan lapar yang membungkus dosa 
seluruh ayat dibuat sia-sia. 


tentulah bukan niat untuk menuduh 

di antara kita 
menganyam amal berharap pahala 
sementara sebatas menduga-duga; 
dan yang diharap melengos jauh. 


nun.., 

hanya satu hurup disimpan di ujung 
menunggu waktu berbuka tiba 
meski sekedar untuk mencicipi sisa-sisa; 
itu pun kalau nasib beruntung. 
bila tidak? cukuplah menelan ludah dalam nun.., 


pernahkah ada sadar 

akan dahaga yang hanyutkan pahala 
seluruh ayat dibuat sia-sia. 


tentulah bukan untuk mengajak 

di antara kita 
panjatkan doa jauhkan siksa 
sementara sebatas meronta-ronta; 
dan tubuh sebatas sisakan tengkorak. 


mim.., 

satu hurup yang jadi penghubung
berkepala besar bertubuh kecil; 
senebtara ekor terhimpit nan terjepit. 
menanti kebebasan dalam mim..,